Kiat Kiat Mendapat Kemenangan Disisi Allah

Railway Line Wallpapers 04

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan.” (QS. At-Taubah [9]: 20)

Berdasar kepada ayat tersebut, dengan gamblang Allah Swt menjelaskan siapa saja yang termasuk kedalam kelompok yang medapatkan kemenangan disisi-Nya. Sedangkan makna kemenangan di sisi Allah secara hakikat berasal dan bersumber dari Rahmat. Ada beberapa kiat sebagai panduan praktis dalam usaha mendapatkan Rahmat Allah dan meraih kemenangan Hakiki di sisi-Nya, yaitu:

Pertama, Beriman kepada Allah

“… dan Hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. (QS. Al-Maidah [5]:23)

Tawakal kepada Allah adalah sifat-sifat orang yang beriman kepada Allah dan menunjukkan bahwa iman kadang kala dapat bertambah dan kadang pula berkurang. Bertawakal kepada Allah merupakan kewajiban setiap individu seorang muslim dan berpahala bagi orang yang mengamalkannya.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut  nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal” (QS. Al-Anfaal [8]:2)

Kedua, Berhijrah

Pengertian dalam arti bahasa Hijrah berasal dari kata Hajaro, artinya memutuskan atau meninggalkan sama dengan berpindah. Pengertian umum hijrah dalam arti bahasa adalah perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain, sedangkan dalam arti syar’i sebagian fukhaha mendefinisikan keluar dari darul kufur menuju darul islam.

Dalam sebuah hadits nabi bersabda: “Orang yang hijrah itu adalah meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah Swt”. (HR. Muslim)

Hijrah yang akan melahirkan kesuksesan adalah hijrah yang dilandasi dengan keimanan tanpa pamrih materi dunia, meskipun harus meninggalkan kekayaan, atau berbagai kesenangan dunia yang pernah ia miliki, ini merupakan janji Allah dalam Al Quran surat At-Taubah [9]:20. diatas tadi.

Ketiga, Melaksanakan Jihad

Jihad berarti bersungguh-sungguh, misalnya seseorang yang berprofesi sebagai dosen/guru atau pekerja (karyawan) maka ia niatkan bahwa ia akan bersungguh-sungguh menjalankan tugasnya dan bertanggung jawab atas amanah yang diberikan kepadanya, ikhlas dan mengharapkan redha dari Allah semata.

Keempat, Tebarkan Kasih Sayang dengan Bersabar

Nabi Muhammad Saw. bersabda: “… sayangilah yang ada di bumi nanti yang ada di langit akan menyayangimu”. (HR. Imam Thabrani)

Hadits ini memerintahkan kita agar tebar kasih sayang kepada makhluk yang ada di bumi, dan bukan saja manusia, akan tetapi makhluk Allah yang lainnya, seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan dan sebagainya. Dibekali dengan memiliki dan menunjukkan pribadi santun, bijaksana dan tidak egosi serta sombong.

Alquran mengajarkan berkata-katalah dengan lembut, contoh: “Hendaknya ketika kita sedang berbicara atau sedang mengobrol jangan menyinggung perasaan orang lain”.

Kelima, Berdoa

Perlu kita ketahui, bahwa disamping kita berusaha secara lahiriyah, maka agar lebih berkah dan manfaatnya sempurna usaha kita itu hendaklah diikuti dengan memperbanyak doa, sabda nabi Muhammad Saw.: “Doa adalah intisari ibadah

Maka pelajaran yang dapat ditarik dari doa adalah kita harus yakin dan khusuk ketika sedanga berdoa, sebagaimana Rasulullah bersabda: “Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan bahwa Allah itu tidak berkenan menerima doa orang yang memohon yang dilaksanakan dengan hati lupa”.

Dalam Al-Quran Allah Swt. berfirman: “Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah [2]:186)

Maka dari itu jika kita berdoa janganlah terburu-buru, kadang-kadang terkabulnya doa tersebut ditukar dengan terhindarnya dari berbagai macam balak atau diampuni  segala dosanya, tidaklah Nabi Saw. telah bersabda: “Doamu itu pasti diterima selama tidak keburu, yaitu berkata: Aku telah berdoa dan tidak diterima”. Wallahua’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s