Pelajaran KHA. Dahlan – Ingatlah akan datangnya suatu masa!

ahmad dahlanKyai Haji Ahmad Dahlan rahimahullah berkata:

“Kita, manusia ini, hidup di dunia hanya sekali, untuk bertaruh: sesudah mati, akanmendapat kebahagiaankah atau kesengsaraan?

Seringkali beliau mengutarakan perkataan Ulama berikut:

Manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para Ulama, yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama-ulama itu dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan mereka yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas atau bersih).

Coba buktikanlah, pikirkanlah, dan lihatlah secara nyata bahwa: tiap-tiap manusia, masing-masing tertarik dan merasakan hal-hal yang sedang meliputi dirinya. Dan, disitulah mereka mempunyai kepentingan sendiri-sendiri, sehingga mereka lupa, tidak ingat akan nasibnya di kemudian hari.

Kebanyakan manusia tidak memikirkan nasibnya sesudah mati karena tergila-gila merasakan kesenangan atau tenggelam merasakan kesusahan, hingga mati perasaannya, tidak dapat memikirkan dan merasakan bagaimana nasibnya di kemudian hari, bahagiakah atau sengsarakah.

Ada orang membuat perumpamaan demikian: Hidup manusia adalah seperti seorang yang berdiri di atas pagar sumur. Tanah di bawahnya telah rebah, sedang di dalam sumur itu ada seekor ular yang sangat besar. Orang yang berdiri di pagar sumur itu tidak mengetahui bahwa dia dalam keadaan yang demikian itu. Dia berpegangan pada tali timba di atas sumur yang hampir putus karena digerogoti tikus. Jika akhirnya tali itu putus sudah pasti dia akan jatuh ke dalam sumur menjadi mangsa ular tadi. Tapi, orang tersebut wajahnya menengadah ke atas menjilati madu, dan dia hanya tertarik merasakan manisnya madu, lengah bahwa tali itu akan putus, lupa bahwa dia di atas sumur yang di dalamnya terdapat seekor ular yang sangat besar.

Begitulah gambaran hidup di dunia. Manusia yang hanya tertarik merasakan manis dan lezatnya madu yang baru meliputinya, lupa pada tali yang dipegang bahwa tali itu pasti akan putus. Artinya, manusia lupa bahwa bertambah hari, makin berkurang umurnya, dan makin dekat kepada kematiannya. Keadaan sumur itu menjadi gambaran bahwa di dalam sumur yang ada ular yang sangat besar itu artinya bahwa di dalam hidup itu ada bahaya yang sangat besar.

  1. Golongan orang-orang yang belum mendapat ajaran agama, atau menolak ajaran agama, tergesa-gesa mengambil keputusan bahwa manusia itu sesudah mati hanya akan menjadi tanah, tidak akan menemui kejadian apapun, tidak ada pengusutanan dan tidak ada pembalasan, pahala atau hukuman.
  2. Menurut ajaran para Nabi dan Rasul, umat Islam mengambil keputusan bahwa manusia itu ada asal-usulnya, sesudah mati akan menerima akibat dari tingkah lakunya, akan diusur kelakuannya, akan ada pembalasan, pahala atau hukuman. Terhadap orang-orang yang berbuat salah, yang buruk tingkah lakunya, akan mendapat hukuman siksa yang sangat pedih. Kalau hidupnya yang sekali itu sampai sesat dan keliru, pasti kelak akan rugi dan sengsara selama-lamanya.

Bertalian dengan pelajaran pertama ini, seringkali KHA Dahlan memberikan peringatan demikian.

“Lengah, kalau sampai terlanjur terus-menerus lengah, tentu akan sengsara di dunia dan akhirat. Maka dari itu jangan sampai lengah, kita harus berhati-hati. Sedangkan orang yang mencari kemuliaan di dunia saja kalau hanya seenaknya, tidak bersungguh-sungguh, tidak akan berhasi; apalagi mencari keselamatan dan kemuliaan di akhirat, kalau seenaknya, sungguh tidak akan berhasil”.

Nasihat beliau yang lain.

“Bermacam-macam ragamnya mereka mengajukan pertanyaan soal-soal agama. Tetapi tidak ada satupun yang mengajukan pertanyaan demikian: Harus bagaimanakah supaya diriku selamat dari api neraka? Harus mengerjakan perintah apa? Beramal apa? Menjauhi dan meninggalkan apa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s