Yaumul Mizan

yaumul mizan

 

Mari sejenak kita memperdalam perjalanan kehidupan kita, rangkaian perjalanan yang telah dijelaskan oleh rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam..

Bahwa kelak di akhirat kita akan dikumpulkan di padang masyhar, kemudian tiap-tiap diri kita akan dihitung amal baik dan buruknya dengan menghadirkan saksi-saksi atas perbuatan kita, baik itu malaikat, langit dan bumi hingga anggota tubuh kita sendiri. Kemudian hasil perhitungan amal akan di timbang pada mizan, timbangan yang adil..

>>Ukuran Timbangan<<

Rasulullah bersabda “Pada hari Kiamat, mizan akan ditegakkan. Andaikan ia digunakan untuk menimbang langit dan bumi, niscaya ia akan tetap lapang. Maka Malaikat pun berkata, “Wahai Rabb-ku, untuk siapa timbangan ini?” Allah berfirman: “Untuk siapa saja dari hamba-hamba-Ku.” Maka Malaikat berkata, “Maha suci Engkau, tidaklah kami dapat beribadah kepada-Mu dengan sebenar-benarnya.” (HR al-Hakim)
.
-> Maksud malaikat pada hadits tsb adalah, malaikat merasa malu dengan amalnya yang malaikat anggap belum benar2 beramal karena melihat timbangan yang begitu besarr… padahal malaikat adalah makhluk yang tidak pernah sedikitpun berhenti beribadah.

>>Hal yang akan ditimbang<<

>Pertama, Amalnya.. merujuk pada hadits Rasulullah, “Tidak ada sesuatu yang lebih berat ketika ditimbang (di hari Kiamat) daripada akhlak yang mulia.” (HR. al-Bukhari)

>Kedua, Orangnya.. merujuk pada hadits “Sesungguhnya pada hari Kiamat nanti ada seorang laki-laki yang besar dan gemuk, tetapi ketika ditimbang di sisi Allah, tidak sampai seberat sayap nyamuk.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 4729 dan Muslim, no. 2785)

>Ketiga, Lembaran catatan amalnya.. merujuk pada hadits riwayat tirmidzi, ibnu majjah, al hakim dan ahmad.

———————————————————————————-
Hadits motivasi..

‘Abdullah ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu adalah seorang sahabat betisnya kecil. Tatkala ia mengambil ranting pohon untuk siwak, tiba-tiba angin berhembus dengan sangat kencang dan menyingkap pakaiannya, sehingga terlihatlah kedua telapak kaki dan betisnya yang kecil. Para sahabat yang melihatnya pun tertawa. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Apa yang sedang kalian tertawakan?” Para sahabat menjawab, “Kedua betisnya yang kecil, wahai Nabiyullah.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَهُمَا أَثْقَلُ فِي الْمِيْزَانِ مِنْ أُحُدٍ

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kedua betisnya itu di mizan nanti lebih berat dari pada gunung uhud.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya, I/420-421 dan ath-Thabrani dalam al-Kabiir, IX/75. Hadits ini dinilai shohih oleh al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shohihah, no. 3192).

Semoga dengan penjelasan ini dapat meningkatkan keyakinan kita untuk semakin mempersiapkan diri akan datangnya hari perhitungan. Fisik bukan menjadi ukuran, tapi apa yang telah dikerjakan fisiklah yang akan diperhitungkan..

Wallahu a’lam..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s