Berbicara tentang takdir

earth-at-night-blueBismillahirrahmaanirrahiim..

Takdir atau dalam islam biasa disebut dengan qada dan qadar merupakan ketentuan yang telah Allah tetapkan mengenai kehidupan ini, jauh hari sebelum kita diciptakan. Allah berkehendak atas segala apa yang Ia ciptakan. Allah mengatur bahwasannya matahari terbit dari timur dan terbenam di barat, itu ketetapan-Nya dan kita kita tidak kuasa dalam merubahnya. Begitu pula dengan hukum-hukum Allah merupakan ketetapan yang telah dituliskan jauh-jauh hari agar terjadi sebuah keserasian dalam kehidupan.

Dalam memahami tentang takdir, kita tidak boleh menjadi orang yang masuk ke dalam golongan Jabbariyyah maupun Qodariyyah. Jabariyah menganggap bahwa kehidupan ini kita sendiri yang mengaturnya tanpa ada campur tangan Allah SWT. Sedangkan golongan qodariyah menganggap bahwa kehidupan ini biarkan mengalir karena semua sudah ditetapkan oleh Allah saw, sehingga mereka cenderung menganggap amal2 itu tidak penting dan bahkan menganggap kemaksiatan yang mereka lakukan merupakan takdir Allah..

Hendaklah kita berfikir lebih positif terhadap takdir. Dengan adanya takdir, kita menjadi lebih tawakal akan kejadian yang kita alami. Sedangkan dalam menjalaninya, tentu harus dalam jalur positif tanpa lagi mengkhawatirkan hal-hal negatif yang akan terjadi karena memang itu belum kita ketahui.

Mari kita simak beberapa hadits mengenai takdir

1. Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:

Rasulullah saw. sebagai orang yang jujur dan dipercaya bercerita kepada kami: Sesungguhnya setiap individu kamu mengalami proses penciptaan dalam perut ibunya selama empat puluh hari (sebagai nutfah). Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula. Selanjutnya Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menulis empat perkara yaitu: menentukan rezekinya, ajalnya, amalnya serta apakah ia sebagai orang yang sengsara ataukah orang yang bahagia. Demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya salah seorang dari kamu telah melakukan amalan penghuni surga sampai ketika jarak antara dia dan surga tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga ia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah ia ke dalam neraka. Dan sesungguhnya salah seorang di antara kamu telah melakukan perbuatan ahli neraka sampai ketika jarak antara dia dan neraka tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga. (Shahih Muslim No.4781)

2. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Tidak ada seorangpun dari kalian kecuali Allah telah menetapkan tempatnya di surga atau tempatnya di neraka”. Para Sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, (kalau demikian) apakah kita tidak bersandar saja pada ketentuan takdir kita dan tidak perlu melakukan amal (kebaikan)? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Lakukanlah amal (kebaikan), karena setiap manusia akan dimudahkan (untuk melakukan) apa yang telah ditetapkan baginya, manusia yang termasuk golongan orang-orang yang berbahagia (masuk surga) maka dia akan dimudahkan untuk melakukan amal golongan orang-orang yang berbahagia, dan manusia yang termasuk golongan orang-orang yang celaka (masuk neraka) maka dia akan dimudahkan untuk melakukan amal golongan orang-orang yang celaka”. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca (firman Allah Ta’ala):

{فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى* وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى* فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى* وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَى* وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى* فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى}

“Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa (kepada-Nya), dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan memudahkan baginya (jalan) yang mudah (kebaikan). Dan adapun orang-orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (berpaling dari petunjuk-Nya), serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar (keburukan)” (QS al-Lail:5-10)[17].

3. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Ketahuilah, seandainya (seluruh) umat manusia bersatu untuk memberikan suatu manfaat (kebaikan) bagimu, maka mereka tidak mampu memberikan manfaat bagimu kecuali dengan suatu (kebaikan) yang telah Allah tetapkan bagimu. Dan seandainya mereka bersatu untuk mencelakakan kamu dengan suatu (keburukan) maka mereka tidak mampu mencelakakanmu kecuali dengan suatu (keburukan) yang telah Allah tetapkan akan menimpamu. Pena (untuk menuliskan segala ketentuan takdir Allah) telah diangkat dan lembaran-lembaran (tempat menuliskannya) telah kering”

—————————————————————————————————–

Memaknai hadits diatas:

Hadits pertama menunjukkan kepada kita bahwa beramal baik itu haruslah dikerjakan secara istiqomah, jangan berbangga diri atau merasa cukup dengan amal kita saat ini, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah kita akan meninggal ketika kita sedang berbuat baik atau malah kita meninggal ketika kita sendang berbuat buruk, na’udzubillahi min dzalik.

Hadits kedua menjelaskan agar kita untuk tetap beramal shaleh karena itulah jalan menuju takdir yang baik.

Hadits ketiga menjelaskan agar kita bersikap tawakal dan tetap beramal tanpa harus diragukan karena perasangka buruk akan apa yang belum terjadi besok.

Maka teruslah beramal demi meraih takdir baik kita, dan optimis lah tanpa dipengaruhi kekhawatiran yang belum terjadi besok, dan bertawakallah akan apa yang sedang dan telah kita alami karena itu merupakan ketetapan takdir dari Allah..

4 thoughts on “Berbicara tentang takdir

  1. shahih muslim 4781,menurut saya masa iya Tuhan menentukan jalan hidup seseorang sampai dia masuk neraka atau masuk surga atau bisa berubah ,kalau demikian Tuhan tidak adil pada bayi bayi yang sama dilahirkan,menurut pemikiran bodoh saya Tuhan telah memberikan kesempatan yg sama,tinggal apakah manusia bisa memanfaatkan kesempatan tersebut dan utk sampai akhir hayat masing masing manusia ,Tuhan maha mengetahuinya apakah masuk surga atau neraka , dengan sipat adilnya Tuhan,menurut pemahaman saya yang bodoh,Tuhan tidak akan intervensi

    • Hadits Muslim 4781 adalah hadits shahih. Untuk memahami suatu hadits tidak serta merta hanya mengacu pada 1 hadits saja, harus mencari penjelasan dari hadits yang lainnya dan dari sebab adanya hadits tersebut. Maka disini saya sampaikan juga beberapa hadits lain yang terkait dengan takdir agar menjadi penjelas dari hadits satu dan lainnya dan saya mencoba menyimpulkan sikap yang harus kita miliki terhadap takdir yang telah Allah tetapkan.

    • ilmu Tuhan itu lebih luas dan tinggi dari prasangka dan praduga kita para hambanya , kita sebagai hamba Tuhan hanya harus mempercayai 6 rukun iman dan 5 rukun islam , sedangkan hasil adalah milik sang penguasa , yang maha mengetahui dan maha mendengar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s