Keberanian Iman

Hitam tetaplah hitam, putih sudah pastilah ia putih. Keduanya sangatlah berbeda dan tentu kita semua mampu membedakannya. Seperti halnya halal dan haram. Rasulullah SAW pun pernah bersabda “sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas…” (HR. Muslim). Semua sudah Allah terangkan sejelas-jelasnya di dalam Al Quran dan diterangkan juga oleh Rasulullah hingga tidak ada lagi yang menutupi perbedaan antara keduanya.

Perbuatan haram jelas sesuatu hal yang Allah tidak ridho jika kita melakukannya atau ketika kita membenarkan orang lain yang melakukannya ataupun ketika kita membiarkan ada orang lain yang sengaja melakukannya. Di dalam hadits Rasulullah SAW, dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.” (HR. Muslim). Dari hadits tersebut dapat kita simpulkan bahwa merubah kemungkara dengan hati merupakan tingkatan keimanan yang paling rendah. Di sisi lain hadits tersebut menjelaskan bahwa keberanian untuk merubah suatu kemungkaran dengan tangan (kekuatan/kekuasaan) hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang memiliki keimanan yang kuat. Oleh karena itu dapat kita pahami bahwa keberanian itu dapat terlahir dari keimanan yang kuat.

Jika saya boleh membagi dua tingkat keimanan yang mampu melahirkan keberanian maka yang pertama adalah keimanan karena rasa cinta kepada Allah dan yang kedua adalah keberanian karena takut akan siksaan dan sangat berharap akan balasan dari Allah. Untuk contoh, mari kita perhatikan beberapa kejadian yang kerap kita temui baik dari kehidupan di sekitar kita maupun dari siaran televisi yang ada.

Untuk keberanian yang pertama. Misalkan ada seorang pria yang melamar seorang wanita. Karena pria tersebut memiliki rasa cinta yang begitu mendalam kepada sang wanita membuat sang pria rela melakukan apa saja demi sang wanita. Bisa jadi pria tersebut rela untuk melindungi sang wanita dengan segala upaya yang dimilikinya. Misalnya ketika sang wanita sedang diganggu oleh seorang preman/perampok/ dsb, sang pria tentu akan melindungi si wanita dengan penuh keberanian. Contoh lain misalnya seorang ibu yang mencintai anaknya. Tentu kebanyakan ibu akan selalu berani untuk melindungi anaknya ketika sang anak berada dalam kondisi yang tidak baik.

Dan untuk contoh keberanian yang kedua misalnya, anak muda yang baru saja tergabung ke dalam sebuah kelompok geng ‘brandal’. Seperti pada umumnya perpeloncoan untuk orang yang baru tergabung, mereka akan diberikan ujian oleh seniornya. Misal karena ada pilihan ketika orang baru itu kalah maka akan ‘dihabisi’ oleh teman-teman dan ketika orang baru itu menang maka ia akan selamat, maka orang yang awalnya penakut bisa jadi di tempat tersebut mereka akan menjadi begitu ‘pemberani’. Karena kenapa? Karena dia begitu meyakini bahwa dia lebih baik menang dan selamat dari pada kalah dan kemudian disiksa. Misalkan contoh lainnya ada seseorang yang awalnya begitu takut dengan ketinggian. Kemudian suatu ketika dia terjebak di dalam gedung (misal gedung Lt.2) yang sedang mengalami kebakaran. Karena ada peluang selamat jika ia dapat melompat dari gedung tersebut, maka orang tersebut bisa saja menjadi tidak takut lagi dengan ketinggian karena dia yakin bahwa jika dia dapat melompat dari gedung tersebut maka dia akan selamat dan jika dia terbakar maka itu akan lebih menyakitkan.

Dengan permisalan tersebut dapat menjadi bukti dari hadits rasulullah itu sangatlah tepat. Bahwa keimanan itu dapat melahirkan keberanian, yakni keimanan karena adanya rasa cinta kepada Allah dan yang kedua adalah keimanan akan adanya surga sebagai balasan yang sangat baik dan neraka sebagai balasan yang sangat buruk.

Dengan keberanian tersebut tentulah nantinya kita akan berani untuk melawan segala tindak kemaksiatan dan kedzoliman yang berada di sekitar kita. Karena yang halal itu telah jelas namun kita masih kurang untuk mengusahakannya dan yang haram itu jelas namun kita masih mudah tergiur atau membiarkan orang lain mengambilnya. Maka kita harus tetaplah berani. Karena kita telah begitu beriman akan cinta kepada Allah dan begitu beriman akan balasan Allah di akhirat kelak.

Oleh karena itu maka sudah semestinya kita dapat meningkatkan terus keimanan kita dengan ilmu dan juga dengan amal ibadah yang dapat mendekatkan kita kepada Allah. Karena iman itu selalu berubah. Kadang ia naik karena ke-taat-an kita kepada Allah dan kadang ia turun karena kemaksiatan kita kepada Allah.

Berimanlah maka kalian akan berani.

-Selamat datang di era Keberanian yang terlahir dari keimanan-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s