BERBAGI PENGALAMAN

ada yang pernah ikut
pelatihan? Training? Apalah itu yang
berkaitan dengan entrepreneur ship? Saya pernah,.tetapi tidak ada pelatih,
tanpa trainer. Hanya teman-teman.

Sebuah pengalaman yang mungkin pernah
dilakukan oleh para pengusaha sukses. Pengusaha yang merintis pekerjaannya
mulai dari bawah. Pekerjaan yang dimulai dengan sebuah usaha modal dengkul.

Memang awalnya belum pernah tefikirkan
untuk melakukannya. Tapi ada seorang sahabat yang mengajak untuk mulai mencobanya.
Mencari uang di pasar tradisional hanya dengan bermodalkan tenaga.

Pada hari itu tertulis pada sebuah
kalender masehi tanggal 16 februari 2008. tepatnya hari sabtu. Hari yang malam
sebelumnya terus dibasahi hujan. Hari yang pada pagi harinya, langit masih
menyembunyikan sang mentari. Hanya awan mendung dan sedikit rintik hujan.
Kondisi cuaca yang memaksa air untuk tetap bersarang di antara segumpalan
awan.

Hari itu saya bersama beberapa rekan
seorganisasi mencoba untuk latihan mencari uang. Tapi tanpa barang dan tanpa
modal. Hanya bertandakan sehelai slayer yang diikatkan pada lengan.
Sepertihalnya santri-santri Aa gym -Santri Siap Guna-. Awalnya kami berkumpul
dahulu di halaman Bank BNI cabang Dramaga Bogor. Setelah semua rekan siap, kami
pun mencarter angkot untuk langsung menuju pasar Gunung Batu. Pasar tradisional
tempat bertransaksinya para penjual dan pembeli. Tempat para tukang parkir
sibuk merapikan parkirannya. Tempat belajar berdagang bagi kami orang-orang
pendamba pengalaman.

Setelah sampai di pasar, kami berkumpul
sebentar untuk merekam wajah-wajah tak berdosa. Wajah polos teman-teman yang lainnya. Sambil berdo’a, kami pun
memikirkan tempat bekerja yang ada.

Dan, barulah petualangan dimulai…

Kami mulai beraksi dengan melihat-lihat isi pasar.
Menerka-nerka toko-toko yang sekiranya menerima bantuan tenaga kami. Ada yang
merayu tukang sayur, ada juga yang melamar ke tukang ayam, ada pula mencoba
berjualan plastik keresek, sampai-sampai mencoba menjadi ojek payung.

Sampai kira-kira setengah jam
berkeliling di pasar, hampir seluruh pedagang yang berada di pasar mengenali
orang-orang kami. Saya yang belum pernah lewat ke toko ciki-cikian pun langsung
disapa olehnya, ”hoi mahasiswa, IPB”. Karena sepertinya pasar ini seluruhnya sudah terjamah oleh rekan-rekan,
maka saya mencoba mencari pekerjaan diluar pasar.

Ke sebelah utara pasar saya temukan sebuah SD. Di
sana terdapat berbagai pedagang jajanan anak. Hanya saja siswa yang bersekolah
disana tidak terlalu banyak. Dan kemungkinan pendapatan yang didapat pun hanya
akan beberapa rupiah saja. Maka saya lanjutkan ke arah barat dari pasar. Saya
temukan berbagai macam toko besar. Seperti halnya toko kamera, foto copy, bengkel motor dan toko besi. Saya
mencoba melamar di toko-toko tersebut, dan hasilnya pun masil nihil.

Akhirnya dengan prinsip se-ceng doank,
saya mencoba melamar ke beberapa toko di timur pasar. Maka saya temukan sebuah
bengkel cuci mobil yang cukup besar, FJM (Faforit Jaya Motor). dan diyakinkan
pada diri untuk melamar pada bengkel tersebut.

Awalnya saya berhadapan dengan
seorang kassir, sudah menandakan bahwa bengkel ini memiliki pendapatan yang
cukup besar. Ditambah dengan 10 orang pegawai lainnya, maka saya katakan
ini adalah bengkel profesional.

Akhirnya saya dipertemukan dengan
pemilik bengkel tersebut. Wawan, seorang 27 tahun berketurunan china yang
memiliki keperibadian yang agak periang. Ternyata pa wawan ini menyambut saya
dengan cukup baik. Mungkin karena beranggapan bahwa seorang mahasiswa
IPB yang datang ke tokonya memiliki keperluan yang cukup penting. Tapi
setelah diutarakan maksud dan tujuan dari saya, pa wawan pun masih bersikap
baik. Dalam hati mengatakan ”Ini membuka secercah harapan”.

Setelah ia mencari-cari pekerjaan
yang mungkin dapat saya bantu, pa wawan memutuskan untuk memperkerjakan saya di
bagian pengeringan mobil. Disertai sahabat baru saya –arie, bram, asep, dan tusman-, saya dibimbing dan
diajarkan beberapa teknik mengelap.

Sebuah pelajaran baru yang dapat
dibawa pulang untuk berbakti kepada orang tua, beberapa ilmu mengenai mencuci
mobil. Ternyata dalam mencuci mobil diperlukan sekitar 3 helai elap. Satu elap
untuk bagian body, satu elap untuk bagian mesin, dan satu bagian untuk
membersihkan bagian dalam. Selain itu pula saya diperlihatkan sebuah lap mobil
yang baru. Sebuah lap yang kata mas ari hanya dijual di toko FJM. Ukurannya
hanya 20×20 cm dengan harga Rp. 35.000,-

Berduyun-duyun mobil silih berganti.
Hingga sampai jam 11.30 saya selesai mengeringkan 8 mobil. Sebuah pengalaman
yang cukup berharga bagi saya. Karena 8 mobil dalam 2 jam adalah pekerjaan yang
cukup melelahkan.karena jam tangan pa wawan pun telah menunjukkan jam 11.30,
maka saya pun langsung dipanggilnya untuk berhenti.

Selama bejkerja, saya sempat dibikin
pusing mencari kata-kata untuk merayu pa wawan memberi upah. Tapi tenyata Allah
mengabulkan harapan yang terus terfikirkan. Pa wawan pun langsung memberikan
uang dengan ala sembunyi tangan sambil bersalaman. Tanpa saya lihat dulu
besarnya uang yang diberikan, saya langsung berpamitan kepada para kru yang
turut membantu.

Dengan perasaan harap cemas, diselingi
keingintahuan besarnya jumlah uang yang diberikan, saya membuka tangan dengan
perlahan dan terlihatlah selembar kertas uang Rp. 10.000,- dan selembar kertas
uang Rp. 5000,-

Hahaha,. Sebuah
pengalaman yang agak menggelitikkan. Dan sebuah persaan syukur yang terus
terucapkan dalam hati. Karena hanya saya saja yang mendapatkan uang sampai Rp.
15.000,-

Setelah bercerita dengan
rekan-rekan, ternyata selama 2 jam berkeliling mencari kerja di pasar gunung
batu tersebut ada yang menjadi tukang keresek, penjaga toko kue, penjaga rumah
makan padang, bantu-bantu di penjual sayur dan ada juga yang membantu tukang
baso.

Memang semuanya akan terjadi bila
ada keinginan dan usaha.

Maka
bekerjalah!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s